Negri 5 Menara

🙂 assalamualaikum..         Wr. Wb.
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan karna senantiasa masih di berikan ni’kmat dan umur serta kesehatan oleh Allah SWT, sehingga masih bisa berjumpa kembali dengan saya. Baiklah sekarang saya akan mengulas sedikit tetang film terbaru yaitu NEGRI 5 MENARA yang telah saya lihat filmnya.
Negri 5 Menara -> Itu nama film yang baru – baru ini sedang ramai di bicarakan masyarakat indonesia, kisah insfiratif dengan selipan humor yang khas anak pondok pesantren. film yang berkisah tentang generasi muda Bangsa yang penuh semangat, optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, walau begitu mereka harus berusaha dalam menghadapi segala cobaan yang datang demi menggapai impian & cita – cita mereka yang kelak akan mereka capai. 
Berawal dari seorang anak yang bernama Alif, anak yang cerdas, ia lahir di sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau. Ia tidak pernah menginjakkan kaki di luar tanah kelahirannya. Alif bercita-cita kelak melanjutkan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu kampus terkenal di Pulau Jawa untuk menggapai cita – citanya yang tinggi pergi ke Newyork.
Namun sang amak (ibu) ingin Alif masuk pesantren agar bisa bermanfaat seperti Bung Hatta dan Buya Hamka. Dengan setengah hati, Alif menjalani keputusan orang tuanya dan bersekolah di Pondok Madani sebuah pesantren di sudut kota Ponorogo, Jawa Timur.
Kedatangannya di Pondok Madani yang terkesan kampungan dengan berbagai peraturan yang ketat semakin meremukkan semangat Alif. Namun seiring berjalannya waktu, ia pun mulai bersahabat dengan teman-teman dari berbagai daerah Nusantara yang satu kamar dengan Alif.
Semangat anak-anak muda ini untuk belajar dan bersungguh-sungguh, terinspirasi oleh perkataan Ustad Salman, salah seorang guru di pondok pesantren yang mengucapkan kalimat  “Man Jadda Wa Jada.. Man Jadda Wa Jada” (Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil). Kalimat inilah yang menambah tekad dan kesungguhan meraih cita-cita dan membuat mereka sukses dalam kehidupannya masing-masing. Mereka berenam setelah mendengar kalimat tersebut semakin razin dan mengikuti lomba – lomba atau kejuaraan yang ada di pondok pesantren tersebut dan dari hasil tersebut mereka mampu menjadi juara dan memenangkannya.
Namun rasa ragu dan enggan dalam melakukan prosess belajar di ponpes tersebut masih ada dalam fikiran Alif, sehingga dalam melakukan sesuatu ia selalu saja ragu. Ketika itu Alif dan teman yang lainnya berdiam di bawah menara pondok pesantren dan membentuk satu kelompok yaitu Shohibul Menara dan mereka berjanji akan menggapai cita – citanya yaitu pergi ke 5 Negara yang mempunyai Menara bersejarah, yang kelak akan mereka capai dan bertemu kembali di bawah menara pesantren sambil membawa poto mereka bersama menaranya masing – masing.
Bahkan ketika itu salah seorang sahabat Alif  yaitu Baso yang selalu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan cita – citanya yang ingin menjadi penghapal seluruh isi Al-Qur’an dan terjemahannya, pergi.. pulang ke kampunghalaman untuk merawat emak-nya yang sedang sakit seorang diri, begitu pula Alif semakin ia terpuruk. Sempat ia berencana untuk pulang ke kampungnya dan semua anggota kelompok kecewa akan hal tersebut, namun Alif pun merenungkan kembali rencana tersebut dan akhirnya ia tak jadi untuk pulang, mendengar Alif mengucapkan tidak akan pulang ke kampungnya mereka semua senang bukan kepalang.
Dan beberapa tahun kemudian mereka saling berkomunikasi dan berkumpul kembali, sambil melihatkan poto – poto mereka di bawah menara yang diidam – idamkan.
Itulah sepenggal cerita yang ada dalam film “Negeri 5 Menara”. Film ini diangkat dari novel laris berjudul sama yang ditulis oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan, dan peraih sejumlah beasiswa Internasional. “Novel dan film ini sebetulnya sebagian besar diinspirasi dari Kisah nyata Kedidupannya sendiri”
🙂 Wassalam.. Wr. Wb.
Advertisements

Ada 6 Keutamaan Sholat Sunnah Dhuha

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:

Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab; “Ya!

Rasul saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:

“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

4. Memeroleh ganjaran di sore hari

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:

Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”

(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

5. Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

6. Ampunan Dosa

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).

Semoga sedikit kutipan mengenai Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha ini bisa membuat kita lebih giat lagi dalam menjalankan shalat dhuha, dan bagi yang belum melaksanakannya bisa memulai untuk menjalankannya… Aamiin…

Sumber: http://anfaku.biz/rahasia-dan-keutamaan-shalat-dhuha

Akibat Berdusta

  • Imam Ali bin Abi Thalib berkata,”Buah dari melakukan kebohongan adalah kehinaan di dunia dan siksa di akherat.”
  • Diantara perkataan Ali adalah, “Orang yang melakukan kebohongan akan mendapatkan tiga hal; Kemurkaan Allah, dilecehkan manusia, dan kebencian malaikat.’
  • Kebohongan merusak segala hal.
  • Kebohongan memicu kemunafikan.
  • Akibat dari kebohongan adalah cacian dan penyesalan.
  • Orang yang berbohong tidak punya rasa malu.
  • Diam membisu lebih baik daripada berbohong, lisan yang jujur awal dari kebahagiaan.
  • Salah seorang filosof berkata, “Jika kejelekan – kejelekan adalah sebuah rumah, maka kebohongan adalah kuncinya.”
  • Umar bin Khatab berkata, “Kebiasaan berbohong memicu kemiskinan.”
  • Seorang filosof mengatakan, “Kebohongan merupakan penghancur keimanan.”
  • Ibnu Mas’ud menyatakan, “Kesalahan lisan yang paling besar adalah kebohongan.”
  • Dalam sebuah riwayat dikatakan, “ Tidak ada kepercayaan untuk kebohongan, dan tidak ada wibawa bagi para pembohong.”
  • Aristoteles pernah ditanya, “Apa yang akan didapatkan manusia dari para pembohong? “Maka dia menjawab, “Tidak adanya kepercayaan orang – orang bagi mereka, kendati mereka berkata benar.”
  • Ahmad Amin menegaskan, “Orang munafik adalah orang yang memuji hal – hal yang sebenarnya tidak terdapat pada dirimu, demi memperoleh sesuatu yang sebenarnya tidak layak dia dapatkan.”
  • Plato berkata, “ Orang munafik adalah orang yang memujimu dengan kebaikan yang tidak ada pada dirimu dan dia menyenangi engkau. Orang munafik juga adalah orang yang mencelamu, dan dia sangat membencimu.”
  • Kata – kata Mutiara Berkenaan dengan Kejujuran
  • Ali bin Abi Thalib berkata, “ Dengan kejujurannya, orang yang jujur akan menduduki posisi yang tidak akan didapatkan orang – orang yang berbohong dengan kebohongannya.”
  • Ibnu Hibban berkata, “Kejujuran akan mengangkat derajat seseorang di dunia dan akherat, sebagaimana kebohongan akan menjatuhkan seseorang di dunia dan akherat.”
  • Orang bijak berkata, “Hendaklah kalian senantiasa jujur. Tidaklah pedang tajam di genggaman laki – laki yang gagah berani lebih mulia daripada kejujuran. Kejujuran merupakan kemuliaan, meski engkau membencinya. Dan kebohongan adalah sebuah kehinaan, meski engkau menyenanginya. Barangsiapa yang memahami hakekat kebohongan, maka dia akan menaruh perhatian terhadap kejujuran.”
  • Salah seorang ahli retorika mengatakan, “Orang yang jujur terlindungi lagi dicintai, sementara orang yang berbohong terhina lagi direndahkan.”
  • Salah seorang sastrawan berkata, “Tidak ada pedang seperti kebenaran dan tidak ada pertolongan seperti kejujuran.”
  • Orang bijak mengatakan, “Kejujuran merupakan kemuliaan sementara kebohongan adalah kehinaan.”
  • Asy-Sya’bi menyatakan, “Hendaklah engkau jujur meski hal tersebut merugikanmu, namu kejujuran sangat bermanfaat bagimu. Dan jauhilah kebohongan meski ia menguntungkanmu, namun sejatinya kebohongan merugikanmu.”
  • Tharaf bin Tharif menegaskan, “Tidaklah akan membahagiakanku jika aku berbohong meski dengan kebohonganku aku mendapatkan dunia seisinya,”
  • Imam Asy-Syafi’i berkata, “Perangkat kepemimpinan ada lima; Jujur dalam bertutur, menyembunyikan rahasia, menepati janji, selalu memberi nasehat, dan memenuhi amanat.”
  • Umar bin Khatab menyatakan, “Hendaklah engkau senantiasa jujur, meski dengannya engkau dapat terbunuh. “Umar juga berkata, “Seandainya kejujuran merendahkanku, dan sedikit yang bisa dilakukan, maka hal tersebut lebih aku cintai dari kebohongan yang dapat menaikkan posisiku, meski sedikit yang bisa dilakukan.”
  • Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku tidak pernah berbohong lagi semenjak aku mengetahui bahwa itu memberi cela kepada pelakunya.”
  • Imam Al-Auza’I menyatakan, “Demi Allah, meskipun ada suara dari langit yang mengatakan bahwa berbohong itu halal, maka aku tetap takkan berbohong.”
  • Yusuf bin Asbath menyatakan, “Berdiam diri semalaman untuk berinteraksi bersama Allah dengan kejujuran lebih aku cintai daripada bertarung dengan dengan pedangku di jalan Allah.”
  • Abu Sulaiman mengatakan, “Jadikanlah kejujuran sebagai kendaraanmu, kebenaran sebagai senjatamu dan Allah sebagai tujuan hidupmu.”
  • Penyair berkata,
  • Hendaklah engkau jujur meski ia memkakarmu dengan api ancaman
  • Carilah keridhaan Allah dan sembunyikanlah keburukan dari murka Allah dan keridhaan hamba.”
  • Dikatakan, “Kejujuran adalah tiang agama, pilar etika, dan pangkal wibawa. Ketiganya tidak akan tegak kecuali dengan kejujuran.”
  • Dikatakan, “Kejujuran yang dilakukan secara ikhlas lebih pantas.”
  • Ali bin Abi Thalib berkata, “Barangsiapa yang melakukan tiga hal diantara orang – orang, maka dia akan mendapatkan tiga hal; yaitu orang yang jika diberi kepercayaan, maka dia tidak mengkhianatinya dan orang yang berjanji lalu memenuhi janji tersebut. Maka orang – orang akan mencintainya, lalu lisan – lisan orang akan memujinya, dan orang – orang akan membantunya.”
  • Dikatakan kepada Luqmanul Hakim, “Bukankah engkau hamba dari Bani Fulan? Luqman menjawab, “Ya. “Dikatakan lagi, “Dengan apa engkau menduduki posisi sedemikian rupa yang aku lihat?” Luqman menjawab, “Ketakwaan kepada Allah, berkata jujur, memenuhi amanat, dan meninggalkan apa – apa yang tidak bermanfaat.”

Ke 3 dan 4

     Alhamdulillah puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Swt yang masih berkenan memberikan nikmat yang begitu luar biasa melimpah, baik dari sisi kesehatan, usia dan rizkinya. Dalam minggu yang terakhir ini tepatnya yang ke-4 di bulan Januari 2012 saya masih dapat meneruskan belajar membuat postingan dan karena dalam minggu yang ke-3 saya belum membuat postingan maka di minggu ini saya akan langsung menambahkannya.
Di minggu yang ke-3 ini saya akan membahas point yang pertama yaitu “Langkah apa yang akan saya ambil dalam menghadapi hal tersebut” dan jawaban saya “Dengan bersedekah”. Nah dalam seminggu penuh di miggu yang ke-3 itu saya berusaha untuk melakukan sedekah pada siapa pun dan dengan apa pun, walau awalnya hati ini merasa enggan untuk memberi tapi sesudah kita memberikannya maka yang membuat saya heran adalah, hati ini menjadi lebih tenang, tenteram tak seperti sebelum memberi.
     Sedekah adalah cara yang Benar-benar “Dahsyat” dan seminggu telah saya lewati, nah satu persatu mulai muncul gejala-gejala awal pertanda muali terpenuhinya kekurangan yang saya rasakan. Saya merasa lebih semangat untuk bersedekah karena tak berhenti sampai di sisni peran saya dalam bersedekah, walau pun sudah terasa manfaatnya. Beberapah hari mulai terasa juga bahwa apa lagi yang mesti saya sedekahkan ? karena keadaan yang mulai sulit, nah terfikir oleh saya bahwa sedekah yang paling mudah adalah “mendo’akn” orang lain, tapi apa itu termasuk sedekah ? ahk tanpa banyak fikir saya jalankan.
 
     Dalam minggu terakhir yaitu yang ke-4 benar-benar semuanya terasa begitu nyata, semua yang tadinya hanya angan-angan belaka bagi saya yang belum bisa mencari nafkah untuk bisa mengurangi kekurangan yang ada dalam diri saya sendiri dan keluarga saya bahkan untuk orang-orang yang ada di sekitar saya, tapi hanya dengan cara sederhana dan tetap harus mengutamakan kewajiban kita sebagai mahkluk ciptaannya terhadap Tuhannya, maka semua yang awalnya tidak mungkin tapi menjadi mungkin. Bahkan yang awalnya sudah saya targetkan dalam waktu sekian harus tercapai, eh malah jadi lebih cepat tercapainya. Jadi segeralah “BERSEDEKAH” dan rasakan manfaatnya mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan mulai dengan yang terbaik, jika anda ingin yang terbaik dari Allah swt maka anda beri Allah swt yang terbaik pula.

Dalam Minggu ke-2

    Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan padai kehadirat Illahi Robbi yang masih berkenan melimpahkan saya nikmat sehat & umur, sehingga bisa melanjutkan postingan web yang sedang saya pelajari dalam minggu yang ke-2 ini.
    Setelah melewati minggu yang ke-2 ini saya telah berhasil menemukan kekurangan/kesulitan yang ada. Baik kekurangan itu dari segi ilmu pengetahuan maupun dari segi pasilitas yang saya punya, nah pertanyaan saya sekarang ialah :
  • Langkah awal apa yang saya ambil dalam menghadapi hal tersebut ?
  • Apakah bisa dengan cara tersebut, saya dapat menyelesaikan hal tersebut ? 
Apa mungkin dengan cara “bersedekah” ? baik, mungkin tidak masuk akal kalau di pikir melalui otak kiri tapi sesungguhnya, ketika kekuatan otak kanan mngendalikan anda, mungkin semua akan berubah “tanpa anda sadari”. Baik sedekah dari segi ilmu pengetahuan maupun dari segi harta benda. Nah untuk mencari ilmu yang lebih banyak lagi tentu kita harus memancingnya, maka kita pun harus menurunkan (bersedekah) ilmu yang kita punya pada orang lain sebagai balasannya kita pun pasti merasakan akan bertambahnya ilmu yang sedang kita pelajari (tetap harus belajar).
    Alhamdulillah semua ini saya dapatkan dari orang-orang yang telah saya kenal, baik melalui tutur katanya yang mengeluarkan kata-kata bijak/nasihat dan dari akhlaknya yang indah maupun dari buku-buku yang saya baca. Tetapi tetap hakikatnya Allah swt yang telah menurunkan hal-hal tersebut dengan melalui perantaranya.Walaupun masih banyak kekurangan/kesullitan yang ada tapi saya harus tetap semangat dan yakin bahwa dengan cara ini saya minimal dapat mengurangi kekurangan yang ada. (Amiin)
 
Nah sekian dulu postingan yang sedang saya pelajari .

Seminggu Pertama

Setelah kurang lebih satu (1) Minggu telah berlalu aku lewati masa-masa ditempat PERAKERIN, Alhamdulillah suasana tempat tersebut tidak pernah membuat aku merasa bosan atau malas, justru aku disana lebih merasa sangat beruntung, karena setiap hari selalu ada saja kata-kata bijak yang aku dengar baik dari Pimpinan prusahaan atau pun dari para karyawan perusahaan.

Setelah mendengar dan mencerna kata-kata bijak dari orang yang lebih mempunyai banyak pengalaman tersendiri di bidangnya masing-masing, baik dari pengalaman yang manis, pahit bahkan asem atau asin aku menjadi lebih bersemangat untuk meraih impian ku secepat mungkin di usia yang masih muda. (Amiin)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.